CONTOH LITERASI BUKU FIKSI (NOVEL) | BAHASA INDONESIA

CONTOH LITERASI BUKU FIKSI (NOVEL) | BAHASA INDONESIA


TUGAS LITERASI BUKU FIKSI
                                      BAHASA INDONESIA

NAMA  : KOMANG BUDI ANGGARA
NO.AB : 18 .
KELAS  : 10 IPA 5.







SMA NEGERI 1 TERBANGGI BESAR

                              TAHUN PELAJARAN 2017/2018


A.IDENTITAS BUKU

NO


IDENTITAS BUKU

1

Judul buku


Guruku Sahabatku

2

Pengarang


Ryan Angga Pratama

3

Penerbit/Tahun terbit


CV Nuansa Aulia/2015

4

Jenis buku


Fiksi

5

Jumlah halaman


vii + 292 Halaman










Sinopsis

Dalam novel ini menceritakan tentang pengalaman hidup seorang pemuda yang bernama Iyas. Iyas memiliki sifat pendiam dan tidak suka bergaul orang lain, namun sebenarnya iya sangat ramah dan suka menolong orang yang sedang susah.
 Iyas sangat suka dengan mata pelajaran matematika yang merupakan pelajaran yang sering ditakuti oleh kebanyakan siswa pada umumnya. Iyas pun sering membantu teman-temannya utuk belajar matematika.
Karena kecintaanya terhadap matematika, setelah lulus SMA iya melanjutkan pendidikannya sebagai mahasiswa di FKIP Matematika. Dan di sinilah permulaan  menuju petualangan di dunia pendidikan yang sebenarnya yang akan dirasakan oleh Iyas. Selain kuliah, Iyas juga memiliki aktivitas pekerjaaan di SMP, Les Privat, dan aktif menjadi ketua di organisasi Falkutas BEM FKIP.
Saat menjadi guru, Iyas tau berbagai kenyataan yang ada. Terkadang ia merasa sedih, karena banyak guru yang kurang dekat dengan murud-muridnya. Hal itu disebabkan oeh guru menjadi sosok yang harus dihormati sehingga banyak murid yang takut pada seorang guru. Namun,menurut Iyas, seorang guru harus bias menjadi sosok yang bersahabat dengan murid. Guru perlu mendekatkan diri melalui kegian belajar mengajar dengan muridnya.
Namun, kedekatan Iyas dengan muridnya tak berlangsung lama. setelah iya wisuda. Ia ditawarkan untuk menlanjutkan sekolah S2 oleh dosennya dulu.





B.MENGANALISI UNSUR NOVEL
1. Unsur intrinsik.
a. Tema : Pengalaman hidup. Karena dalam novel Guruku Sahabatku tersebut menceritakan tentang pengalaman hidup seorang pemuda yang bernama Iyas sebagai guru matematika
b. Tokoh dan penokohan
NO
TOKOH
PENOKOHAN
1
Iyas
Pendiam dan agak tertutup, namun sebenarnya ia sangatlah ramah dan suka menolong.


2


Bu Rima
Seorang dosen  di jurusan Pendidikan Bahasa sastra Indonesia yang Sangat baik dan sangat energik. Beliau sangat berperan aktif di falkultas, melakukan beberapa riset, serta sangat dekat dengan tokoh utama

3

Pak Untung
Seorang dosen yang sangat senior, sederhana, bersemangat tinggi dan berwawasan luas dalam matematika dan Ilmu Kependidikan.
4
Laras
Siswi kwlas IV yang sangat akrab
5
Rahma
Siswi kwlas IV yang sangat akrab

6

David
Murid yang terbilang sering membuat onar di kelas. Meskipun begitu, Ia murid yang baik.

7

Richard
Murid yang terbilang sering membuat onar di kelas. Meskipun begitu, Ia murid yang baik.

8

Prima
Murid yang terbilang sering membuat onar di kelas. Meskipun begitu, Ia murid yang baik.
9
Pak Kasdi
Seorang dosen yang baik hati dan suka menolong.

c. Plot atau Alur
Alur yang digunakan pada novel Guruku Sahabatku adalah alur Maju. Karena dalam novel menceritakan pengalaman hidup seorang Iyas dari Lulus SMA sampai iya menjadi Sarjana.
Bukti:
Karena kecintaanya terhadap matematika, setelah lulus SMA iya melanjutkan pendidikannya sebagai mahasiswa di FKIP Matematika. Dan di sinilah permulaan  menuju petualangan di dunia pendidikan yang sebenarnya yang akan dirasakan oleh Iyas. Selain kuliah, Iyas juga memiliki aktivitas pekerjaaan di SMP, Les Privat, dan aktif menjadi ketua di organisasi Falkutas BEM FKIP.
Saat menjadi guru, Iyas tau berbagai kenyataan yang ada. Terkadang ia merasa sedih, karena banyak guru yang kurang dekat dengan murud-muridnya. Hal itu disebabkan oeh guru menjadi sosok yang harus dihormati sehingga banyak murid yang takut pada seorang guru. Namun,menurut Iyas, seorang guru harus bias menjadi sosok yang bersahabat dengan murid. Guru perlu mendekatkan diri melalui kegian belajar mengajar dengan muridnya.
Namun, kedekatan Iyas dengan muridnya tak berlangsung lama. setelah iya wisuda. Ia ditawarkan untuk menlanjutkan sekolah S2 oleh dosennya dulu.

d. Latar
1. Latar waktu :
Latar waktu dalam novel Guruku Sahabatku yaitu, Latar waktu masa lalu. Karena dalam novel menceritakan pengalaman hidup seseorang sudah terjadi.
Bukti:
setelah lulus SMA iya melanjutkan pendidikannya sebagai mahasiswa di FKIP Matematika. Dan di sinilah permulaan  menuju petualangan di dunia pendidikan yang sebenarnya yang akan dirasakan oleh Iyas. Selain kuliah, Iyas juga memiliki aktivitas pekerjaaan di SMP, Les Privat, dan aktif menjadi ketua di organisasi Falkutas BEM FKIP.
Saat menjadi guru, Iyas tau berbagai kenyataan yang ada. Terkadang ia merasa sedih, karena banyak guru yang kurang dekat dengan murud-muridnya. Hal itu disebabkan oeh guru menjadi sosok yang harus dihormati sehingga banyak murid yang takut pada seorang guru. Namun,menurut Iyas, seorang guru harus bias menjadi sosok yang bersahabat dengan murid. Guru perlu mendekatkan diri melalui kegian belajar mengajar dengan muridnya.
Namun, kedekatan Iyas dengan muridnya tak berlangsung lama. setelah iya wisuda. Ia ditawarkan untuk menlanjutkan sekolah S2 oleh dosennya dulu.
2. Latar Tempat:
Latar tempat yang terdapat dalam novel Guruku Sahabatku yaitu, Sekolahan dan di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan.
Bukti:
Pagi itu, suasana kelas V sangatlah riuh, penuh dengan tepuk tangan yang menandakan semangat mereka… (halaman 94).
Di FKIP Matematika, Iyas tidak sekedar belajar konsep matematika. Ia tak habis pikir, Ia tak mengira perkuliahan yang dijalaninya akan berbeda dengan apa yang pernah dibayangkan….(halaman 24).
3. Latar Suasana:
Latar suasana yang terdapat pada novel Guruku sahabatku yaitu, semangat, senang,bingung, dan sedih.
Bukti:
Ia sangat senang bias memiliki “murid pertama” dan memberikan sebaggian ilmunya kepada murid itu.(halaman 46).
Iyas juga sangat bersemangat dalam memajukan fakultas melalui organisasi yang dipimpinnya. (halaman 47).
IPK-nya berselisih sangat tipis sekali dari teman sekelasnya itu. Ia sedih. Ia
                   bingung akan berkata apa kepada kedua orang tuanya….(halaman 280).

e.Sudut pandang:
Sudut pandang yang digunakan dalam novel Guruku Sahabatku adalah, Sudut pandang orang ketiga. Karena penlis menyebut tokoh pertama  dengan “dia" “ia" atau nama tokoh dan juga mereka (jamak).
Bukti:
Iyas namanya, lebih tepatnya Muhammad Diaz Ramadan. Seorang siswa disalah satu SMA Negeri di Balikpapan. Iya dikenal tidak banyak bicara, pemalu, serta sedikit tertutup dari teman-temannya.

f.Gaya Bahasa
Gaya bahasa yang terdapat pada novel Guruku Sahabatku yaitu,
1.    Majas hiperbola: pertanyaan itu bagai petir yang menyambar di siang bolong (halaman 12).
2.    Majas klimaks: Ngajar gakperlu seperti itu, nyantai aja, pak, Bu, kasih tugas, selesai deh….(halaman 95).
3.    Majas Pleonasme: Aku pun yakin, semua ini telah rencanamu, atas kehendakmu…(halaman 17).
4.    Majas Asidento: Menyusui, mengasuh, mendidik dan membimbing merupakan tanggung jawab seorang ayah dan ibu…(halaman 127).
5.    Majas tautology: Tanpa kekuatan besar, diri kita tak akan memiliki apa-apa…(halaman 156).
6.    Majas retorik: Katanya guru, kok malah gak tahu? Guru apaan itu?.(halaman 182).
7.    Majas paralelisme: Sebait doa ia titipkan pada embusan angin yang menerbangkannya ke langit. (halaman 16).
8.    Majas Alusio: Ia tiding ingin dianggap oleh temannyaitu sebsgai orang yang mata duitan. (halaman14).

g. Amanat
Amanat yang terkandung dalam novel Guruku Sahabat ku yaitu: Jangan pernah merasa iri dan dengiki kepada orang lain,  jangan pernah merasa puas dengan apa yang dimiliki saat ini dan selalu semangat dan tidak putus asa untuk mencapai cita-cita.

C. UNSUR EKSTRINSIK.
1. Latar belakang penulis:
Ryan Angga Pratama sebagai penulis novel Guruku Sahabatku, Bekerja sebagai dosen matematika di Universitas Balikpapan.
2. Nilai moral:
 Nilai moral yang terkandung dalam novel yaitu, akhlak baik dari tokoh utama seperti sangat meski terlihat pendiam dan agak tertutup, tetapi sebenarnya ia sangatlah ramah.
3. Nilai sosial:
Nilai sosial yang terkandung dalam novel yaitu, Iyas suka menolong teman-temannya yang mengalami kesulitan belajar.
4. Nilai ekonomi:
Nilai ekonomi yang terkandung dalam novel yaitu, Tokoh utama ingin bisa membiayai kuliah dengan hasil keringatnya sendiri, dan setidaknya dapat membantu meringanksn beban kedua orang tuanya.
5. Nilai estetis:
Nilai estetis pada dalam novel yaitu, Bahasa yang digunakan sangat indah karena menggunakan gaya bahasa(majas) di dalamnya, Alurnya sangat jelas sehingga tidak membingungkan pembaca.


6. Nilai Religius:
Nilai religus yang terkandung dalam novel yaitu, dalam novel diselipkan sebuah puisi yang bertemakan ketuhanan.

Terbanggi Besar, 9 April 2018

Mengetahui,

            Orang tua                                                    Guru Bahasa Indonesia



                                               
(tanda tangan dan nama)                                         (tanda tangan dan nama)    


10 Responses to "CONTOH LITERASI BUKU FIKSI (NOVEL) | BAHASA INDONESIA"

Komentar yang tidak sesuai dengan syarat & ketentuan kami, akan kami hapus