Contoh Makalah Geografi Tentang Masalah Sampah



PENELITIAN ILMIAH
“GEOGRAFI”

DISUSUN OLEH:
NAMA : KOMANG BUDI ANGGARA
NO.AB : 18
KE;AS  : 10 IPA 5
MAPEL : GEOGRAFI




SMA NEGERI 1 TERBANGGI BESAR
TAHUN PELAJARAN 2017/2018
                                           

  
MASALAH SAMPAH
“LINGKUNGAN SEHAT ADALAH TANPA ADA SAMPAH”










KATA PENGANTAR


                Puji syukur saya panjatkan terhadap kehadirat TUHAN YANG MAHA ESA berkat rahmat dan karunianya saya bisa menyelesaikan makalah ini dengan mana mestinya.

                 Maksud dan tujuan kami makalah ini agar yang membaca tidak membuang sampah sembaragan agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan dan kami harapkan agar lingkungan tetap bersih dan terjaga keindahannya.
           Selain itu makalah ini di lengkapi dengan macam-macam sampah seperti sampah organik dan non organik juga di lengkapi agar terciptanya lingkungan yang bersih,
                semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua untuk meningkatkankebersihan.
               Tidak lupa kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung selesainya makalah ini ,dan kami minta maaf atas segala kekurangan dari makalah ini.

                                                                 Terbanggi Besar, 18 oktober 2017

                                                                  

                                                                              Penyusun 




















                                                 
                                                
DAFTAR ISI
Kata pengantar
Daftar isi
BAB I Pembukaan
1.1           Latar belakang
1.2           Batasan masalah
1.3           Tujuan penelitian
1.4           Landasan teori
1.5            
BAB II
2.1 Hasil dan pembahasan masalah
BAB III
3.1  Kesimpulan
3.2 Saran
Daftar pustaka
Lampiran












BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
        Melihat kondisi lingkungan di sekitar lingkungan rumah yang masih banyak sampah,saya ingin untuk meneliti masalah sampah tersebut dan membuat makalah yang menjelaskan tentang sampah dan bagaimana cara mengatasi masalah sampah tersebut.

1.2. Batasan/Rumusan Masalah.
          1. Apa yang dimaksud dengan sampah ?
      2. Apa saja jenis-jenis sampah ?
      3. Apakah dampak sampah bagi lingkungan dam manusia ?
      4. Bagaimana cara mengatasi masalah sampah ?                                       



1.3. Tujuan Penelitian.
            Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah agar semua orang tahu tentang informasi dan bahaya sampah bagi lingkungan.  Dan juga agar semua orang sadar tidak membuang sampah sembarangan.




1.4. Landasan Teori

1.Deskripsi Lokasi
Alamat lengkap lokasi: Desa Dharma Agung, kec. Seputih Mataram.
Kondisi lokasi:Masih banyak sampah yang tak terurus

2.Teori yang berkaitan dengan sampah
      Sampah merupakan masalah yang tak pernah terselesaikan hingga saat ini,
      Sampah merupakan material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses.  Sampah adalah bahan yang tidak mempunyai nilai atau tidak berharga untuk maksud biasa atau utama dalam pembikinan atau pemakaian barang rusak atau bercacat dalam pembikinan manufaktur atau materi berkelebihan atau ditolak atau buangan.

Metode penelitian
1.Waktu dan tempat
Hari ke 1.Jumat,13 Oktober 2017(16.30)
Hari ke 2.Sabtu,14 Oktober 2017 (17.00 )
Hari ke 3,Minggu,15 Oktober 2017(14.30)
Teknik Observasi (Pengamatan), teknik ini di lakukan untuk mendapatkan hasil deskripsi secara umum mengenai keadaan atau kondisi lokasi yang di amati.
Teknik mencari informasi di internet ( Browsing) : teknik ini di lakukan untuk mendapatkan informasi yang lebih rinci dan benar.


















BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Hasil dan Pembahasan Masalah
1. Mengelompokkan  sampah dengan teknik observasi langsung
§  Identifikasi Sampah : Mengelompokkan  sampah kedalam dua jenis sampah yaitu sampah organik dan anorganik
No.
Hari/Tanggal
Organik
Jumlah
Anorganik
Jumlah
1






Jum’at, 13 Oktober 2017




Daun


Kertas buku/ koran
Bungkus rokok
1/2 karung besar

11 kertas

5 bungkus
Plastik bungkus makanan

Botol plastic


1 kantong plastik besar.

18 botol

2.






3.



Sabtu, 14 Oktober 2017






Minggu, 15 Oktober 2017
Daun


Batang pohon tumbang

Kertas

Daun kering

Ranting pohon
Kertas


1 karung besar


2 batang


11 kertas
2 karung besar


20 ranting
10 kertas
Plastik bungkus makanan

Botol plastik



Plastik bungkus makanan


Ban karet
Botol bekas
1 ½ kantong plastik besar

20 Botol



2 kantong plastik besar

1 Buah

24 botol

.
2. Menggunakan teknik browsing
        Sampah merupakan material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses.  Sampah adalah bahan yang tidak mempunyai nilai atau tidak berharga untuk maksud biasa atau utama dalam pembikinan atau pemakaian barang rusak atau bercacat dalam pembikinan manufaktur atau materi berkelebihan atau ditolak atau buangan   
      Sampah ialah semua jenis benda atau barang bangunan/kotoran manusia, hewan atau tumbuh-tumbuhan atau yang berasal dari aktivitas kehidupan manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya yang dapat menimbulkan dan atau mengakibatkan pengotoran terhadap air, tanah dan udara sehingga dapat menimbulkan pengrusakan lingkungan hidup manusia
Berdasarkan komposisi/ asalnya sampah dapat digolongkan menjadi 2 (dua) yaitu :
1.    Sampah organik.
Sampah organik adalah sampah yang dihasilkan dari bahan-bahan hayati yang dapat didegradasi oleh mikroba atau bersifat biodegradable. Sampah ini dengan mudah diuraikan dalam proses alami. Sampah rumah tangga sebagian besar merupakan bahan organik. Termasuk sampah organik, misalnya sampah dari dapur, sisa-sisa makanan, pembungkus (selain ketas, karet dan plastik), tepung, sayuran, kulit buah, daun dan ranting.
2.    Sampah Anorganik (non-organik).
Sampah anorganik yakni sampah yang dihasilkan dari bahan-bahan non hayati, baik sebagai produk sintetik maupun hasil pengolahan teknologi bahan tambang, hasil olahan baan hayati dan sebagainya.
Sampah anorganik dibedakan menjadi :
sampah plastik, sampah kertas, sampah kaca dan keramik, sampah deterjen, dll
Sebagian zat anorganik secara keseluruhan tidak dapat diurai oleh alam/mikroorganisme (unbiodegradable).Sedang sebagian lainnya hanya dapat diuraikan dalam waktu yang lama. Sampah jenis ini pada tingkat rumah tangga misalnya botol plastik, botol gelas, tas plastik dan kaleng.
Berdasarkan sifat fisiknya, sampah digolongkan atas lima kategori, antara lain :
1.    Sampah Basah (Garbage).
Terdiri dari bahan-bahan organik yang mempunyai sifat mudah membusuk (sisa makanan, buah atau sayuran). Sifat utama dari sampah basah ini banyak mengandung air dan cepat membusuk terutama pada daerah tropis seperti Indonesia.
2.    Sampah Kering (Rubbish).
Tersusun dari bahan organik maupun anorganik yang sifatnya lambat atau tidak mudah membusuk. Sampah kering ini terdiri atas dua golongan:
–) Metalic Rubbish – misalnya pipa besi tua, kaleng-kaleng bekas.
–)  Non Metalic Rubbish – misalnya kertas, kayu, sisa-sisa kain, kaca, mika, keramik, dan batu-batuan
Dampak Pencemaran Sampah
Di Medan sendiri, produksi sampah yang besar baik dari penduduk maupun sampah dari industri tidak diimbangi dengan pengelolaan sampah yang baik.Sampah-sampah yang dihasilkan tersebut kebanyakan tidak dikelola dengan baik sehingga akibatnya sering kita temui tumpukan sampah yang menggunung di pinggir jalan, mengotori selokan atau saluran air, dan lebih banyak lagi yang mencemari sungai, juga menimbulkan penyakit.
Sampah-sampah itulah yang menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir di daerah-daerah tertentu karena menghambat saluran air yang ada sehingga air hujan yang seharusnya bisa ditampung meluap hingga menggenangi jalan raya, hampir di setiap hujan deras.
Faktor-faktor yang menyebabkan buruknya pengelolaan sampah di Semarang antara lain karena kurangnya kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya. Masyarakat sudah sangat terbiasa membuang sampah-sampahnya ke sungai tanpa peduli bahwa itu akan menimbulkan pencemaran. Ketidakdisiplinan masyarakat dalam membuang sampah juga seing terjadi di mana saja, seperti di tempat umum atau di jalan raya, seolah-olah masyarakat tidak peduli bahwa perilakunya membuat lingkungan menjadi tidak sedap dipandang. Hal ini sangat berbeda dengan kota-kota besar lain yang masyarakatnya punya kesadaran tinggi tentang menjaga lingkungannya, sehingga tempat-tempat umum di sana selalu terlihat rapi dan bersih.
Faktor lainnya adalah kurangnya fasilitas kebersihan yang seharusnya tersedia, misalnya di tempat-tempat umum ataupun di pinggir jalan.Halini kemudian menjadi alasan bagi masyarakat untuk membuang sampah sesuka hatinya karena tidak menemukan tempat sampah.
Kemudian kurangnya peran pemerintah dalam menangani masalah ini juga menjadi salah satu faktor. Sebenarnya pemerintah sudah mempunya aturan tentang pengelolaan sampah, seperti UU No. 18 Tahun 2008 tentang pengelolaan sampah dan Permendagri No 33 Tahun 2010 tentang pengelolaan persampahan. Namun realita yang terjadi aturan-aturan ini tidak banyak merubah keadaan. Pencemaran sungai dan laut akibat sampah, sampah yang berserakan di tempat-tempat umum, dan lain sebagainya sepertinya tidak berkurang.
Kemampuan Pemerintah dalam menangani sampah masih sangat terbatas. Secara Nasional, dari tahun 2000sampai2005,tingkat pelayanan baru mencapai 40 % dari volume sampah yang dihasilkan. Hal ini disebabkan karena jumlah penduduk yang tinggi  menyebabkan semakin tingginya volume sampah yang harus dikelola setiap hari sehingga bertambah sulit karena semakin besar beban yang harus ditangani. Namun semua itu kembali kepada masyarakat jika masyarakat tidak sepenuhnya sadar lingkungan bukan tidak mungkin masalah yang ditimbulkan dari pencemaran sampah akan menjadi masalah yang sangat besar terutama bagi masyarakat sendiri, berbagai macam masalah kesehatan, social, dan ekonomi pun akan datang dengan sendirinya dan akan mengganggu kenyamanan masyarkat.


Potensi bahaya kesehatan yang dapat ditimbulkan adalah sebagai berikut:
– Penyakit diare, kolera, tifus menyebar dengan cepat karena virus yang berasal dari sampah dengan pengelolaan tidak tepat dapat bercampur air minum. Penyakit demam berdarah (haemorhagic fever) dapat juga meningkat dengan cepat di daerah yang pengelolaan sampahnya kurang memadai.
– Penyakit jamur dapat juga menyebar (misalnya jamur kulit).
– Penyakit yang dapat menyebar melalui rantai makanan. Salah satu contohnya adalah suatu penyakit yang dijangkitkan oleh cacing pita (taenia).Cacing ini sebelumnya masuk ke dalam pencernakan binatang ternak melalui makanannya yang berupa sisa makanan/sampah.
Dampak terhadap keadaan social dan ekonomi :
– Pengelolaan sampah yang kurang baik akan membentuk lingkungan yang kurang menyenangkan bagi masyarakat: bau yang tidak sedap dan pemandangan yang buruk karena sampah bertebaran dimana-mana.
– Memberikan dampak negatif terhadap kepariwisataan.
– Pengelolaan sampah yang tidak memadai menyebabkan rendahnya tingkat kesehatan masyarakat.
– Pembuangan sampah padat ke badan air dapat menyebabkan banjir dan akan memberikan dampak bagi fasilitas pelayanan umum seperti jalan, jembatan, drainase, dan lain-lain.
Selain itu Sampah yang tidak dikelola dengan baik ini akan menjadi bermacam-macam fungsinya, Antara lain :
Sebagai sarana penularan penyakit. Hal ini timbul karena sampah basah (garbage) dapat menjadi tempat bersarangnya  dan berkembangbiaknya dari bermacam-macam Vektor penularan penyakit. Vektor yang dimaksud adalah: lalat, Kecoak, nyamuk, dan tikus.









BAB III PENUTUP
3.1.Kesimpulan
Sampah merupakan masalah yang tak pernah terselesaikan hingga saat ini, meskipun beberapa negara maju telah menindak tegas orang-orang yang suka membuang sampah sembarangan, namun belum juga membuat para pembuang sampah sembarangan menjadi jera, apalagi dengan negara berkembang yang sudah memiliki undang-undang yang jelas mengenai permasalah in
Tetapi masyarakat seolah-olah tidak peduli akan undang-undang ini meskipun ada larangan “dilarang membuang sampah sembarangan” mereka (masyarakat) tidak memperdulikan larangan tersebut dan hanya dipandang sebelah mata. Bahkan mereka seakan tidak takut akan bahaya yang akan ditimbulkan dari pembuangan sampah secara sembarangan dan mereka hanya bisa menuntut pemerintah jika masalah sudah terjadi seperti : banjir, Pencemaran air, Gangguan Estetika  bau menyengat yang ditimbulkan dari sampah,dll.
3.2.Saran
Sebagai warga yang peduli dengan lingkungannya hendaknya kita harus saling membantu sesama untuk menanggulangi permasalahan yang ditimbulkan oleh sampah. Dimulai dengan cara membiasakan diri untuk tidak membuang sampah di sembarang tempat sehingga membuat lingkungan bersih dan nyaman.dan setidaknya mengurangi jenis penyakit yang dapat menimbulkan berbagai macam penyakit. memisahkan antara sampah organik dan sampah anorganik merupakan hal yang baik untuk menanggulangi permasalahan sampah.Pengelolaan TPA sebaiknya dilakukan secara tepat dan benar, sehingga tidak akan terjadi hal yang tidak diinginkan.








Daftar pustaka
Achmad.2008.Kimia Lingkungan.Yogyakarta:Balai Pustaka
Amri,S.2008.Sulap sampah jadi bermanfaat .Bandung :Media tama
Hendary,dkk.2009.Pemanfaatan Sampah.Jakarta:PT Gramedia
Neolaka,Amus.2010.Kesadaran Lingkungan .Jakarta:Reneka cipta
R,Soemandi.2008.Sampah.Jakarta:Gram
http://WWW.gurupendidikan.co.id/jenis-jenis-sampah-beserta-penjelasannya-lengkap

3.3 LAMPIRAN
a.Gambar sampah boto plastik
Gambar terkait
b.Gambar sampah bungkus makanan
Gambar terkait
c. gambar sampah bungkus rokok
d. Gambar sampah daun

0 Response to "Contoh Makalah Geografi Tentang Masalah Sampah"

Post a Comment

Komentar yang tidak sesuai dengan syarat & ketentuan kami, akan kami hapus