CONTOH LITERASI BUKU FIKSI ( NOVEL JEJAK-JEJAK MAS GAGAH) | BAHASA INDONESIA


CONTOH LITERASI BUKU FIKSI ( NOVEL JEJAK-JEJAK MAS GAGAH) | BAHASA INDONESIA




TUGAS LITERASI BUKU FIKSI
                                      BAHASA INDONESIA


NAMA  : FARIZ NUR HIDAYAT
NO.AB : 10 .
KELAS  : 10 IPA 5.






SMA NEGERI 1 TERBANGGI BESAR
                              TAHUN PELAJARAN 2017/2018    

A.IDENTITAS BUKU

NO


IDENTITAS BUKU

1

Judul buku


Jejak-jejak mas Gagah

2

Pengarang


Helvy Tiana Rosa

3

Penerbit/Tahun terbit


PT Jawa Mediasindo Lestari/2015

4

Jenis buku


Fiksi

5

Jumlah halaman


 Vi+308Halaman










Sinopsis
Semua bermula saat aku terlihat masih segar dengan seragam putih biru. Tidak banyak seorang anak menghabiskan waktu berdikusikan dengan ayahnya, berbeda dengan aku yang sangat suka berdiskusi terkait apapun dengan pria berkacamata yang kupanggil ayah.

Menceritakan seorang perempuan yang dilarang membaca novel oleh bapaknya, Karen menurut ayahnya membaca novel tidak ada guna dan menghabiskan waktu . Lalu di mengikuti sebuah pengajian dan disarankan oleh ustadz Muslim, guru ngajiku, untuk membaca novel KGMP, Setelah ia membaca novel ternyata ia mampu mengubah hidupnya.

Kemudian terjadi lagi perdebatan mengenai Bapak yang kecanduan merokok. Seperti biasa, dalam setiap diskusi aku tak pernah menang. Tapi aku mulai mempengaruhi berpikir Bapak sedikit banyak. Dari bahasa tatapan mata Bapak, kudapat kejujuran penyesalan. Bapak tersenyum dan menggenggam tangan ku lantas berkata “O ya. Novel Mas Gagah masih ada? Bapak mau baca.”
B.MENGANALISI UNSUR NOVEL
1. Unsur intrinsik.
a. Tema : Pengalaman hidup. Karena dalam Jejak-jejak Mas Gagah tersebut menceritakan tentang pengalaman hidup seorang anak SMP yang dilarang membaca novel oleh Bapaknya.
b. Tokoh dan penokohan
NO
TOKOH
PENOKOHAN
1
Aku
Seorang anak perempuan yang masih SMP, yang senang berdiskusi terkain apapun dengan ayahnya.

2


Bapak
Sosok yang peduli, humble, dan suka bercanda.

3

Ustadz Muslim
Seorang guru ngaji yang seru dan asyikdan tak pernah menghakimi.

4
Kak Heni
Kakak dari tokoh utama, yang menitip untuk dibelikan bahan-bahan menjahit kepada tokoh utama

c. Plot atau Alur
Alur yang digunakan pada novel Guruku Sahabatku adalah alur Maju. Karena dalam novel menceritakan pengalaman hidup seorang siswi SMP yang dilarang membaca novel hingga diboleh kan untuk membaca novel lagi oleh ayahnya.
Bukti:
Menceritakan seorang perempuan yang dilarang membaca novel oleh bapaknya, Karen menurut ayahnya membaca novel tidak ada guna dan menghabiskan waktu . Lalu di mengikuti sebuah pengajian dan disarankan oleh ustadz Muslim, guru ngajiku, untuk membaca novel KGMP, Setelah ia membaca novel ternyata ia mampu mengubah hidupnya.

Kemudian terjadi lagi perdebatan mengenai Bapak yang kecanduan merokok. Seperti biasa, dalam setiap diskusi aku tak pernah menang. Tapi aku mulai mempengaruhi berpikir Bapak sedikit banyak. Dari bahasa tatapan mata Bapak, kudapat kejujuran penyesalan. Bapak tersenyum dan menggenggam tangan ku lantas berkata “O ya. Novel Mas Gagah masih ada? Bapak mau baca.”


d. Latar
1. Latar waktu :
Latar waktu dalam novel Jejak-Jejak Mas Gagah yaitu, Latar waktu sore hari.
Bukti:
.Tapi ternyata hujan mengguyur bumi. Hari pun sudah gelap, 15 menit lagi adzam magrib akan menggema
2. Latar Tempat:
Latar tempat yang terdapat dalam novel Jejak-jejak Mas Gagah yaitu,ruang tamu, warung, dan rumah sakit,.
Bukti:
Waktu itu diruang tamu aku sedang asyik sekali membaca sebuah novel…(hal.41)
Aku pulang kerumah tanpa pesanan rokok bapak dengan harapan akan kembali lagi ke warung…(hal.45)
Aku duduk di samping tempat tidur Bapak di rumah sakit dengan baju koko lush…(hal. 49)
3. Latar Suasana:
Latar suasana yang terdapat pada novel Jejak-Jejak Mas Gagah yaitu, senang. Senyap,dan sedih.
Bukti:
Waktu itu aku sedang asyik sekali membaca sebuah novel mini…(hal.41)
Tak ayal lagi seisi rumah menjadi ssenyap, Hanya suara televise yang masih menyala….(hal.45)
Sakit parah Bapak ini menyebabkan bapak harus hidup dengan tabung oksigen berhari-hari dirumah sakit…(hal.49)

e.Sudut pandang:
Sudut pandang yang digunakan dalam novel Jejak-jejak mas gagah adalah, Sudut pandang orang pertama. Karena penlis menyebut menceritakan pengalaman hidupnya sendiri, dan menyebut  tokoh dengan “aku" “ku".

Bukti:
Semua bermula saat aku terlihat masih segar dengan seragam putih biru. Tidak banyak seorang anak menghabiskan waktu berdikusikan dengan ayahnya, berbeda dengan aku yang sangat suka berdiskusi terkait apapun dengan pria berkacamata yang kupanggil ayah
f.Gaya Bahasa
Gaya bahasa yang terdapat pada novel Jejk-Jejak Mas Gagah yaitu, sangat inspiratif. Dari tiap tiap kalimatkita merasakan kekuatan pandangan hidup yang mendasari untuk menjadi lebih baik lagi.
Bukti:
Lalu di mengikuti sebuah pengajian dan disarankan oleh ustadz Muslim, guru ngajiku, untuk membaca novel KGMP, Setelah ia membaca novel ternyata ia mampu mengubah hidupnya.
Kemudian terjadi lagi perdebatan mengenai Bapak yang kecanduan merokok. Seperti biasa, dalam setiap diskusi aku tak pernah menang. Tapi aku mulai mempengaruhi berpikir Bapak sedikit banyak. Dari bahasa tatapan mata Bapak, kudapat kejujuran penyesalan. Bapak tersenyum dan menggenggam tangan ku lantas berkata “O ya. Novel Mas Gagah masih ada? Bapak mau baca.”

g. Amanat
Amanat yang terkandung dalam novel Jejak-Jejak Mas Gagah yaitu: Selalu turuti nasehat dan perkataan orang tua, dan beri tahu dan nasehati seseorang yang melakukan hal yang salah agar tidak mengulangi perbuatannya lagi.

C. UNSUR EKSTRINSIK.
1. Latar belakang penulis:
Helvy Tiana Rosa (lahir di MedanSumatera Utara2 April 1970; umur 48 tahun) adalah sastrawan berkebangsaan Indonesia. Namanya dikenal melalui karya-karyanya berupa puisi, cerita pendek, novel, dan esai sastra yang dimuat di berbagai media massa. Helvy merupakan pendiri Forum Lingkar Pena, Teater Bening, dan turut membesarkan Majalah Annida. Helvy adalah salah satu akademikus di Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta. Tahun 2015 Helvy memulai kariernya sebagai Produser lewat film Ketika Mas Gagah Pergi yang diangkat dari karya sastra pertamanya yang diterbitkan sebagai buku tahun 1997.

2. Nilai moral:
 Nilai moral yang terkandung dalam novel yaitu, akhlak baik dari tokoh utama seperti rajin ngaji, suka menasehati orang ajar menjadi ebih baik.


3. Nilai sosial:
Nilai sosial yang terkandung dalam novel yaitu, Iyas suka menolong orang yang sedang melakukan kesalahan agar menjadi lebih baik.
5. Nilai estetis:
Nilai estetis pada dalam novel yaitu, Bahasa yang digunakan sangat indah karena menggunakan gaya bahasa di dalamnya, Alurnya sangat jelas sehingga tidak membingungkan pembaca.
6. Nilai Religius:
Nilai religus yang terkandung dalam novel yaitu, dalam novel tokoh utama suka mengikuti pengajian.


Terbanggi Besar, 3 Mei 2018

Mengetahui,

            Orang tua                                                    Guru Bahasa Indonesia



                                               
(tanda tangan dan nama)                                         (tanda tangan dan nama)    


0 Response to "CONTOH LITERASI BUKU FIKSI ( NOVEL JEJAK-JEJAK MAS GAGAH) | BAHASA INDONESIA"

Post a Comment

Komentar yang tidak sesuai dengan syarat & ketentuan kami, akan kami hapus