MATERI STOIKIOMETRI TERLENGKAP KELAS 10 KURIKULUM 2013 | KIMIA

MATERI STOIKIOMETRI TERLENGKAP KELAS 10 KURIKULUM 2013 | KIMIA

Stoikiometri berasal dari bahasa Yunani, yaitu dari kata stoicheion yang berarti unsur dan metron yang berarti mengukur. Stoikiometri membahas tentang hubungan massa antarunsur dalam suatu senyawa (stoikiometri senyawa) dan antarzat dalam suatu reaksi (stoikiometri reaksi).

1. Komposisi Zat

Perbandingan massa unsur-unsur penyusun suatu senyawa selalu tetap, sehingga dapat dihitung persentase unsur-unsur dalam suatu senyawa. Persentase unsur-unsur dalam suatu senyawa didasarkan pada perbandingan jumlah massa atom relatif (Ar) unsur tertentu dengan massa molekul relatif (Mr) senyawa tersebut.
Contoh soal
§ Tentukan persentase unsur C, H, dan O dalam glukosa (C6H12O6) (Ar C = 12, H = 1, dan O = 16).


2. Penentuan Rumus Empiris dan Rumus Molekul

Rumus empiris merupakan rumus perbandingan paling sederhana dari atom-atom berbagai unsur dalam senyawa. Langkah-langkah menentukan rumus empiris suatu senyawa:
a. Menentukan massa setiap unsur dalam senyawa
b. Membagi massa setiap unsur dengan massa atom relatifnya sehingga diperoleh perbandingan mol setiap unsur
c. Mengubah perbandingan mol menjadi bilangan sederhana
Rumus molekul menggambarkan jumlah atom tiap unsur yang membentuk molekul senyawa. Rumus molekul merupakan kelipatan dari rumus empirisnya. Apabila rumus empiris dan massa molekul relatif diketahui, maka rumus molekul dapat ditentukan.
Contoh soal
§ Sebanyak 1,5 gram suatu senyawa mengandung 0,3 gram hidrogen dan 1,2 gram karbon. Jika massa molekul relatif senyawa tersebut adalah 30, tentukan rumus empiris dan rumus molekulnya.


 Perbandingan jumlah mol C : jumlah mol H = 0,1 : 0,3 = 1: 3 sehingga rumus empiris senyawa tersebut adalah CH3 atau CH3
Massa molekul relatif (Mr) senyawa = 30
(CH3)n = 30
(Ar C + 3 Ar H) n = 30
(12 + 3) n = 30
15 n = 30 sehingga n = 2
Jadi, rumus molekul senyawa tersebut adalah (CH3)n atau C2H6

3. Perhitungan Kimia

Sesuai Hukum Perbandingan Volum (Gay Lussac), perbandingan volume gas-gas sesuai dengan koefisien masing-masing gas. Karena perbandingan volum sesuai dengan perbandingan mol, maka dapat dikatakan bahwa perbandingan jumlah mol zat sesuai dengan perbandingan koefisien masing-masing zat.
Koefisien reaksi merupakan perbandingan jumlah partikel dari zat yang terlibat dalam reaksi. Oleh karena 1 mol setiap zat mengandung jumlah partikel yang sama, maka perbandingan jumlah partikel sama dengan perbandingan jumlah mol. Jadi, koefisien reaksi merupakan perbandingan jumlah mol zat yang terlibat dalam reaksi.
Perhatikan reaksi berikut:
N2(g) + 3 H2(g) → 2 NH3(g)
koefisien reaksinya menyatakan bahwa 1 molekul N2 bereaksi dengan 3 molekul H2membentuk 2 molekul NH3 atau 1 mol N2bereaksi dengan 3 mol H2menghasilkan 2 mol NH3.
Dengan pengertian tersebut, maka banyaknya zat yang diperlukan atau dihasilkan dalam reaksi kimia dapat dihitung dengan menggunakan persamaan reaksi setara. Apabila jumlah mol salah satu zat yang bereaksi diketahui, maka jumlah mol zat yang lain dalam reaksi itu dapat ditentukan dengan menggunakan perbandingan koefisien reaksinya.
Untuk menyelesaikan perhitungan kimia, 

langkah-langkahnya sebagai berikut:
a) Menuliskan persamaan reaksi dan menyetarakan koefisiennya.
b) Mengubah satuan zat yang diketahui menjadi mol.
c) Mencari mol zat yang ditanyakan dengan cara membandingkan koefisien.
d) Mengubah satuan mol menjadi satuan lain yang diinginkan.

Contoh soal
§ Aluminium larut dalam larutan asam sulfat menghasilkan larutan aluminium sulfat dan gas hidrogen. Persamaan reaksinya:
2 Al(s) + 3 H2SO4(aq) → Al2(SO4)3(aq) + 3 H2(g)
Tentukan jumlah mol gas hidrogen dan mol larutan aluminium sulfat yang dihasilkan jika digunakan 0,5 mol aluminium.


4. Pereaksi Pembatas

Di dalam suatu reaksi kimia, perbandingan mol zat-zat pereaksi yang ditambahkan tidak selalu sama dengan perbandingan koefisien reaksinya. Hal ini menyebabkan ada zat pereaksi yang akan habis bereaksi lebih dahulu. Pereaksi demikian disebut pereaksi pembatas.
Contoh soal
§ Satu mol larutan natrium hidroksida (NaOH) direaksikan dengan satu mol larutan asam sulfat (H2SO4) sesuai reaksi:
2 NaOH(aq) + H2SO4(aq) ®Na2SO4(aq) + 2 H2O(l)
Tentukan:
a. pereaksi pembatas
b. pereaksi yang sisa
c. mol Na2SO4 dan mol H2O yang dihasilkan
Maka

NaOH : H2SO4 = 2 : 1, ja H2di tiap dua bagian NaOH akan bereaksi dengan satu bagian H2SO4
Karena jumlah NaOH dan H2SO4 tidak memenuhi perbandingan, maka ada pereaksi yang habis bereaksi dan ada pereaksi yang tersisa.
NaOH : H2SO4 = 2 : 1, jadi tiap dua mol NaOH membutuhkan satu mol H2SO4 atau tiap satu mol NaOH membutuhkan 0,5 mol H2SO4

Sekian materi ini, dan semoga be

0 Response to "MATERI STOIKIOMETRI TERLENGKAP KELAS 10 KURIKULUM 2013 | KIMIA"

Post a Comment

Komentar yang tidak sesuai dengan syarat & ketentuan kami, akan kami hapus