Rangkuman Geografi Bab 3 : Tata Surya dan Jagat Raya Terlengkap | GEOGRAFI

Rangkuman Geografi Bab 3 : Tata Surya dan Jagat Raya
Terlengkap | GEOGRAFI


A. Pengertian
  Jagat raya merupakan ruang tak terbatas, tempat dimana ribuan galaksi berada dengan jarak yang sangat besar dan masing-masing berukuran besar pula.


B. Jagat raya
  • Jagat raya, alam semesta, atau antariksa adalah ruang yang meluas ke segala arah dan memiliki batas-batas yang belum dapat diketahui
  • Jagat raya diduga berbentuk melengkung dan dalam keadaan memuai
  • Jagat raya terdiri atas galaksi-galaksi atau sistem-sistem bintang yang berjumlah ribuan.
  • Galaksi-galaksi terdiri atas benda-benda langit, yang membentuk sistem bintang yang kecil-kecil.
  • Jadi, Jagat raya adalah ruang yang maha luas, yang tak dapat diketahui atau dibayangkan luasnya, namun memiliki batas-batas, berbentuk, melengkung, dan dalam keadaan memuai.

  • Jagat raya dipenuhi oleh bintang-bintang dan kabut-kabut yang memberi medan gravitasi, di mana cahaya dibelokkan dari arah lurus.
  • Jagat raya disebut "kontinum dengan empat dimensi", tidak memuat eter seperti asumsi teori lama, tapi terdiri atas dua bahan pokok, yaitu cahaya dan materi.
  •  Gaya Repulsi Kosmis adalah gaya dimana benda-benda bersifat saling menarik dengan kekuatan yang berbanding terbalik dengan kuadrat jaraknya, tetapi juga mempunyai sifat saling menolak dengan kekuatan yang berbanding lurus dengan jaraknya.

C. Paham-paham mengenai jagat raya dan alam semesta
1. Paham Antroposentris (anthropos = manusia, centrum = pusat) adalah anggapan yang menyatakan bahwa manusia sebagai pusat segalanya.
2. Paham Geosentris (geo = bumi, centrum = pusat) adalah anggapan yang menyatakan bahwa bumi adlaah pusat alam semesta.
3. Paham Heliosentris (helios = matahari, centrum = pusat) adalah anggapan bahwa pusat jagat raya adalah matahari. Pandangan ini dianggap revolusioner pada masanya dan menggantikan kedudukan paham geosentris.

1. Teori Terbentuknya Jagat Raya
a. Teori Ledakan Besar (The Big Bang Theory)
  Jagat raya berawal dari adanya suatu massa yang sangat besar dengan berat jenis besar pula yang mengalami ledakan yang sangat dahsyat karena danya reaksi pada inti massa. Akibat ledakan itu, bagian-bagian dari massa tersebut berserakan terpental menjauhi pusat ledakan. Setelah milyaran tahun kemudian, bagian-bagian yang terpental itu membentuk kelompok-kelompok yang kita kenal sebagai galaksi-galaksi.

b. Teori Mengembang dan Memampat (The Oscillating Theory)
  Jagat raya terbentuk karena adanya suatu siklus materi yang diawali dengan masa ekspansi/mengembang yang disebabkan oleh adanya reaksi inti hidrogen, pada tahap ini terbentuk galaksi, tahap ini diperkirakan berlangsung selama 30 milyar tahun. Lalu galaksi-galaksi dan bintang yang telah terbentuk akan meredup, kemudian mempat yang didahului dengan keluarnya pancaran panas yang sangat tinggi. setelah memampat, maka mengembang, kemudian memampat lagi.

c. Teori Keadaan Tetap
  •  dikemukakan oleh Fred Hoyle dan beberapa ahli fisika lainnya
  •  bahwa jagat raya tidak hanya bersifat sama dalam ruang angkasa -asas kosmologi- tetapi juga tak berubah dalam waktu -asas kosmologi yang sempurna.
2. Galaksi Dalam Jagat Raya
Galaksi adalah kumpulan bintang yang membentuk suatu sistem yang terdiri atas satu atau lebih benda angkasa yang berukuran besar dan dikelilingi oleh benda-benda angkasa lainnya sebagai anggotanya yang bergerak mengelilinya secara teratur

  Di dalam ilmu astronomi, galaksi diartikan sebagai suatu sistem yang terdiri atas bintang-bintang, gas dan debu yang amat luas, yang anggotanya mempunyai gaya tarik menarik (gravitasi)

A. Ciri-ciri galaksi adalah sebagai berikut :
a. Galaksi mempunyai cahaya sendiri, bukan cahaya pantulan
b. Galaksi-galaksi lain dapat terlihat berada di luar galaksi Bimasakti
c. Jarak antara galaksi yang satu dengan galaksi yang lain sejauh jutaan tahun cahaya
d. Galaksi mempunyai bentuk-bentuk tertentu, misalnya spiral, elips, dan tidak beraturan

B. Galaksi dibedakan menjadi 4 macam, yaitu : 
a. Galaksi Spiral. Galaksi Jenis ini berbentuk seperti roda atau kincir, dengan lengan-lengan berbentuk spiral keluar dari pusat yang terang (jumlahnya kira-kira 60%).


b. Galaksi Spiral Berpalang. Lengan-lengan spiral galaksi jenis ini keluar dari bagian ujung suatu pusat yang berbentuk memanjang. Kira-kira 18% dari jumlah galaksi merupakan galaksi spiral
c. Galaksi Elips. Galaksi jenis ini berbentuk elips, mulai dari berbentuk bulat hingga berbentuk sangat lonjong (jumlahnya kira-kira 18%)
d. Galaksi Tak Beraturan. sekitar 4% dari jumlah galaksi di alam semesta berbentuk tak beraturan atau tidak memiliki bentuk tertentu.

3. Nebula
  •   Nebula adalah kabut atau awan debu dan gas yang bercahaya dalam suatu kumpulan sangat luas.
  •   ada 2 macam nebula, nebula gas dan nebula spiral.
  •   nebula spiral adalah galaksi yang juga seperti Bima Sakti, terdiri atas ratusan juta sampai milayaran bintang, dan berada amat jauh dari kita, jauh di luar Bima Sakti.

4. Rasi Bintang
  Rasi bintang atau Konstelasi Bintang adalah kelompok bintang-bintang yang membentuk pola tertentu dan letaknya berdekatan
 contoh : bintang alfa, beta, gamma, dan delta.

5. Bintang (The Star)
  Bintang adalah benda angkasa berbentuk bulat yang mempunyai cahata sendiri.


Tata Surya (The Solar System)
  Tata surya adalah suatu sistem di jagat raya yang terdiri atas matahari sebagai pusatnya dan planet-planet (termasuk planet Bumi), satelit-satelit alam (misalnya bulan), asteroid, komet, meteor, debu, kabut, dan benda-benda lainnya sebagai anggotanya yang beredar mengelilingi pusatnya, yakni matahari pada orbit atau garis edarnya masing-masing.

1. Teori Terjadinya Tata Surya
a. Teori Nebula (Kant and Laplace) 
 Menurut Imanuel Kant : Tata surya berasal dari nebula, yaitu gas atau kabut tipis yang sangat luas dan bersuhu tinggi yang berputar sangat lambat. Perputaran yang sangat lambar ini menyebabkan terbentuknya konsentrasi materi yang mempunyai berat jenis tinggi yang disebut inti massa. Inti massa yang terbesar terbentuk di tengah, dan yang kecil terbentuk di sekitarnya. Lalu, karena proses pendinginan, inti-inti massa yang lebih kecil berubah menjadi planet-planet, sedangkan yang paling besar masih tetap dalam keadaan berpijar dan bersuhu tinggi yang disebut Matahari.

  Menurut Pierre Simon Laplace : Tata surya berasal dari bola gas yang bersuhu tinggi dan berputar sangat cepat. Karena perputaran yang sangat cepat ini, terlepaslah bagian-bagian dari bola gas tersebut dalam ukuran dan jangka waktu yang berbeda-beda, kemudian bagian-bagian itu mendingin membentuk planet, sedangkan bola gas asal dinamakan matahari.

b. Teori Planetesimal (Moulton dan Chamberlain)
 Tata surya berasal dari adanya bahan-bahan padat kecil yang disebut planetesimal yang mengelilingi inti berwujud gas bersuhu tinggi. Gabungan bahan-bahan padat kecil itu kemudian membentuk planet-planet, sedangkan inti massa yang bersifat gas dan bersuhu tinggi membentuk matahari.

c. Teori Pasang Surut (Jeans and Jeffreys)
 Tata surya pada awalnya hanya matahari saja tanpa mempunyai anggota. Planet-planet dan anggota lainnya terbentuk karena adanya bagian dari matahari yang tertarik dan terlepas oleh pengaruh gravitasi bintang yang melintas ke dekat matahari. Bagian yang terlepas itu berbentuk sepetti cerutu panjang (bagian tengah besar dan kedua ujungnya mengecil) yang terus berputar mengelilingi matahari, sehingga lama-kelamaan mendingin membentuk bulatan-bulatan yang disebut planet.

d. Teori Bintang Kembar (Lyttleton)
> Pada awalnya matahari merupakan bintang kembar yang satu dengan lainnya mengelilingi. Lalu, pada suatu waktu, melintas bintang lainnya dan menabrak salah satu bintang kembar itu dan menghancurkannya menjadi bagian-bagian kecil yang terus berputar dan mendingin menjadi planet-planet yang mengelilingi bintang yang tidak hancur, yaitu matahari.

e. Teori Awan Debu (Weizsaecker dan Kuiper, F.L Whippel dan Hannes Alven)
  Menurut Weizsaecker dan Kuiper : Tata surya berasal dari awan yang sangat luas yang terdiri atas debu dan gas (hidrogen dan helium). Ketidakteraturan dalam awan tersebut menyebabkan terjadinya penyusutan karena gaya tarik menarik dan gerakan berputar yang sangat cepan dan teratur, sehingga terbentuklah piringan seperti cakram. Inti cakram yang menggelembung menjadi matahari, sedangkan bagian pinggirnya berubah menjadi planet-planet.

   Menurut F.L Whippel dan Hannes Alven : Tata surya berawal dari matahari yang berputar dengan cepat dengan piringan gas di sekelilingnya yang kemudian membentuk planet-planet yang beredar mengelilingi matahari.

f, Hipotesis Peledakan Bintang (Fred Hoyle)
  kemungkinan matahari memiliki kawan sebuah bintang dan pada mulanya berevolusi satu sama lain. Ada juga diantaranya yang memadat dan mungkin terjerat ke dalam orbit matahari.

g. Hipotesis Kuiper (Gerard P. Kuiper)
  2 pusat yang memadat berkembang dalam suatu awan antar bintang yang mengandung gas hidrogen. Pusat yang satu lebih besar daripada pusat yang lainnya, kemudian memadat menjadi bintang tunggal, yaitu matahari. Selanjutnya, kabut menyelimuti pusat yang lebih kecil yang disebabkan oleh adanya gaya tarik dari massa yang lebih besar, menyebabkan awan yang lebih kecil terpecah menjadi awan-awan kecil yang disebut protoplanet, dan setelah waktu yang lama, menjadi planet-planet yang sekarang ini.
2. Struktur Tata Surya
Struktur utama dari tata surya adalah sebagai berikut :
a. Matahari (The Sun)         
b. Planet-Planet (The Planets)
c. Bulan (The Moon) dan satelit alam lainnya
d. Asteroid
e. Komet


a. Matahari (The Sun) sebagai pusat tata surya
  Matahari mempunyari garis tengah sekitar 1.392.000 km atau sekitar 109kali garis tengah bumi. Massa atau berat totalnya sekitar 332.000 kali bumi, columenya diperkirakan 1.300.000 kali bumi, dan temperatur di permukaannya sekitar 6.000 C, sedangkan di pusatnya sekitar 15.000.000 C

  Dr. Bethe (1938) : dalam keadaan panas dan tekanan yang sangat tinggu, atom-atom di dalam tubuh matahari akan kehilangan elektron-elektronnya sehingga menjadi inti atom yang bergerak ke berbagai arah dengan kecepatan yang sangat tinggi dan menimbulkan tumbukan antarinti atom yang menyebabkan penghancuran sebagian massanya (Massa Defect) dan berubah menjadi energi panas dan cahaya yang dipancarkan ke berbagai arah.


1) Struktur Matahari

a) Atmosfer Matahari

  Terdiri atas 2 lapisan, yaitu kromosfer dan korona.
  Kromosfer merupakan lapisan atmosfer matahari bagian bawah yang terdiri atas gas yang renggang berwarna merah dengan ketebalan sekitar 10.000 km. Lapisan ini sangat dinamis karena sering muncul tonjolan cahaya berbentuk lidah api yang memancar sampai ketinggian +200.000 km, yang disebut Prominensa (Protuberans).

   Korona adalah lapisan atmosfer matahari bagian atas yang terdiri atas gas yang sangat renggang berwarna putih/kuning kebiruan dan mempunyai ketebalan mencapai ribuan kilometer.


b) Fotosfer Matahari
  • > Merupakan lapisan berupa bulatan berwarna perak kekuningan yang terdiri atas gas padat bersuhu tinggi.
  • > Di sekililing umbra biasanya terdapat lingkaran yang lebih terang disebut penumbra.

  • > dibagian ini sering terlihat adanya bintik/noda hitam yang disebut sebagai Sun Spots.
  • > Perbedaan waktu rotasi di ekuator dan kutub matahari disebabkan oleh materi dari matahari yang terdiri atas gas yang berbeda tingkat keregangannya (densitas)


c) Barisfer atau Inti Matahari

> berdiameter sekitar 500.000 km dan temperatur sekitar 15.000.000 C. Pada bagian ini terjadi reaksi inti beranting putar yang menyebabkan terjadinya sintesa hidrogen menjadi helium dengan karbon sebagai katalisatornya.

bagian-bagian matahari: 
a) Fotosfer
b) Limb, bagian tepi dari cakram matahari
c) Granulasi, adalah bagian perumakaan yang lebih muncul dari bagian dalam matahari. berukurang 300-1.300 km dari tepi ke tepi, dan bertahan sampai 10 menit.
d) Kromosfer
e) Korona

f)  Angin Matahari, adalah suatu aliran partikel-partikel subatomis bergerak ke dalam ruang angkasa dengan kecepatan 350-800km/detik dan merupakan perluasan bagi korona.
g) Prominensa, adalah awan-awan hidrogen yang sangat besar dengan tinggi kira-kira 200.000 km
h) Flare, adalah gangguan pada bagian bawah korona yang terlihat sebagai kilatan-kilatan cahaya yang cemerlang
i) Spikula, adalah kelompok-kelompok pancaran hidrogen, dengan ketinggian 8.000-10.000 km. Spikula berasal dari kromosfer. Setiap Spikulad apat bertahan sampai 15 menit.

2) Pergerakan Matahari
> Rotasi Matahari adalah gerakan matahari berputar pada sumbunya yang berlangsung sekitar 25,5 hari di bagian ekuator dan sekitar 27 hari di bagian kutub matahari untuk satu kali putaran

> Revolusi Matahari adalah gerakan matahari beserta anggota-anggotanya mengelilingi pusat galaksi Bima Sakti.


b) Planet-planet (The planets)


  • > Kata planet berasan dari bahasa Yunani yaitu planetai, yang berarti pengembara.

  • > Planet adalah benda angkasa yang tidak mempunyai cahaya sendiri, berbentuk bulatan, dan beredar mengelilingi bintang (Matahari).

  • > Sebagian mempunyai pengiring/pengikut yang disebut satelit yang beredar mengelilingi planet.

  • > Sebuah benda langit bisa disebut planet apabila memenuhi tiga syarat, yakni :
1. Mengorbit matahari;
2. Berukuran cukup besar sehingga mampu mempertahankan bentuk bulat; dan
3. Memiliki jalur orbit yang jelas dan "bersih" (tidak ada benda langit lain pada orbit tersebut).

Klasifikasi Planet-planet :
1. Berdasarkan massanya :
a) Planet bermassa besar (Superior Planet) terdiri atas Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.
b) Planet bermassa kecil (Inferior Planet) terdiri atas Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars.

2. Berdasarkan Jaraknya ke Matahari : 
a) Planet dalam (Interior Planet) adalah planet yang jarak rata-ratanya ke matahari lebih pendek daripada jarak rata-rata Planet Bumi ke Matahari, terdiri atas Planet Merkurius dan Venus.
Sudut yang dibentuk oleh garis yang menghubungkan Bumi-Matahari dengan suatu planet disebut elongasi. Elongasi planet dalam (Interior planet) dapat dibedakan menjadi dua, yaitu elongasi barat (suatu planet berada di sebelah barat matahari dilihat dari bumi) dan elongasi timur (suatu planet berada di sebelah timur matahari dilihat dari bumi)

b) Planet luar (Eksterior Planet) adalah planet-planet yang jarak rata-ratanya ke matahari lebih panjang daripada jarak rata-rata Planet Bumi ke Matahari, terdiri atas Planet Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.
Dilihat dari bumi, sudut elongasinya sekitar 0-180 derajat.
ila mencapai 180derajat, berarti sedang berada dalam kedudukan oposisi, yaitu kedudukan suatu planet berlawanan arah dengan posisi matahari dilihat dari bumi, berarti planet tersebut berada pada jarak paling dekat dengan bumi.
Bila 0derajat, berarti sedang berada dalam kedudukan konjungsi, yaitu suatu kedudukan planet yang berada dalam posisi searah dengan matahari dilihat dari bumi, berarti planet tersebut berada pada jarak paling jauh dengan bumi.

Planet-planet yang menjadi anggota tata surya
1) Merkurius
  • > paling dekat ke matahari, jarak rata-ratanya sekitar 57,8 juta km,
  • > suhu pada siang hari mencapai 400 C, malam hari mencapai -200 C
  • > karna perbedaan suhu yang ekstrim, maka planet ini tidak mempunyai atmosfer.
  • > garis tengahnya hanya 4.850 km
  • > beredar mengelilingi matahari dalam suatu orbit eliptis (lonjong)
  • > periode revolusi : +/- 88 hari
  • > periode rotasi : +/- 59 hari

2) Venus
  • > paling dekat dengan bumi, jaraknya sekitar 42 juta km
  • > disebut bintang kejora saat elongasi barat, dan bintang senja saat elongasi timus
  • > jarak rata-rata ke matahari sekitar 108 juta km
  • > diselubungi atmosfer yang sangat tebal, terdiri atas gas karbondioksida dan sulfat
  • > suhu pada siang hari mencapai 477 C, malam hari suhunya tetap tinggi karna panas yang diterima tertahan atmosfer
  • > diameternya : +/- 12.140 km
  • > periode rotasi : +/- 244 hari (arah sesuai jarum jam)
  • > periode revolusi : +/- 255 hari

3) Bumi
  • > jarak rata-ratanya ke matahari : +/- 150 juta km
  • > periode revolusi : +/- 365,25 hari
  • > periode rotasi : +/- 23 jam 56 menit
  • > mempunyai satu satelit alam : Bulan
  • > diameter : +/- 12.756 km

4) Mars
  • > jarak rata-rata ke matahari : +/- 228 juta km
  • > periode revolusi : +/- 687 hari
  • > periode rotasi : +/- 24 jam 37 menit
  • > diameter planet : +/- 6.790 km
  • > diselimuti lapisan atmosfer yang tipis
  • > mempunyai 2 satelit alam, yakni Phobos dan Deimos

5) Jupiter
  • > diameter planet : +/- 142.600 km
  • > jarak rata-rata ke matahari : +/- 778 juta km
  • > periode rotasi : +/- 9 jam 50 menit
  • > periode revolusi : +/- 11,9 tahun
  • > mempunyai 13 satelit alam, yang paling besar ukurannya yaitu Ganimedes, Calisto, Galilea, Io, dan Europa

6) Saturnus
  • > diameter planet : 120.200 km
  • > periode rotasi : +/- 10 jam 18 menit
  • > periode revolusi : +/- 29,5 tahun
  • > mempunyai 3 cincin tipis yang arahnya selalu sejajar dengan ekuatornya, yaitu Cincin Luar (diameter 273.600 km), Cincin Tengah (diameter 152.000 km), dan Cincin Dalam (diameter 160.000 km)
  • > antara Cintin dalam dengan permukaan saturnus dipisahkan oleh ruang kosong yang berjarak sekitar 11.265 km.
  • > atmosfernya terdiri atas hidrogen, helium, metana, dan amoniak.
  • > mempunyai 11 satelit alam, diantaranya Titan Rhea, Thetys, dan Diones

7) Uranus
  • > diameter planet : +/- 49.000 km
  • > periode rotasi : +/- 10 jam 49 menit
  • > periode revolusi : +/- 84 tahun
  • > sumbu rotasi searah dengan arah datangnya sinar matahari
  • > atmosfernya dipenuhi hidrogen, helium, dan metana
  • > mempunyai 5 satelit alam, yaitu Miranda, Ariel, Umbriel, Titania, dan Oberon.
  • > jarak rata-rata ke matahari : +/- 2.870 juta km
  • > mempunyai cincin yang ketebalannya +/- 1 meter

8) Neptunus
  • > diameter planet : +/- 50.200 km
  • > jarak rata-rata ke matahari : +/- 4.497 juta km
  • > periode rotasi : +/- 15 jam 48 menit
  • > periode revolusi : +/- 164,8 tahun
  • > mempunyai 2 satelit alam, yaitu Triton dan Nereid
  • > mempunyai 2 cincin utama dan 2 cincin redup, lebarnya +/- 15 km.

Gerakan planet-planet mengelilingi matahari



c) Komet

> komet merupakan anggota tata surya yang terdiri atas pecahan benda angkasa, es dan gas yang membeku.

> strukturnya terdiri atas kepala (selubung gas disebut koma) dan ekor komet (dapat mempunyai panjang sampai ribuan kilometer yang arahnya selalu menjauhi matahari).

Klasifikasi komet
1) Komet berekor panjang, yaitu komet yang garis lintasannya sangat jauh melalui daerah-daerah yang sangat dingin di angkasa, sehingga berkesempatan menyerap gas-gas di daerahyang dilaluinya, ketika mendekati matahari komet tersebut melepaskan gas sehingga membentuk koma & ekor yang sangat panjang.

Contoh Komet Berekor Panjang
(Komet Kohoutek)
2) Komet berekor pendek, yaitu komet yang garis lintasannya sangat pendek sehingga kurang mempunyai kesempatan untuk menyerap gas di daerah yang dilaluinya, ketika mendekati matahari komet tersebut melepaskan gas yang sangat sedikit sehingga hanya membentuk koma dan ekor yang sangat pendek bahkan hampir tak berekor.

Contoh Komet Berekor Pendek
(Komet Encke)

d) Asteroid


  • > Asteroid/Planetoid adalah benda-benda langit berukuran kecil yang bergerak mengelilingi matahari.
  • >ditemukan antara Orbit Mars dan Jupiter

e) Meteor dan Meteorit


  • > Meteor adalah benda angkasa berupa pecahan batuan yang jatuh masuk ke dalam atmosfer bumi
  • > Meteor yang tidak habis terbakar di atmosfer bumi dan sampai ke permukaan bumi disebut Meteorit
  • > Berdasarkan jenis kandungan unsurnya, dibedakan menjadi :
1. Meteorit batu : adalah meteorit yang kandungan materinya sebagian besar terdiri atas kalsium dan magnesium
2. Meteorit Logam : adalah meteorit yang kandungan materinya sebagian besar terdiri atas ferum dan nikel


f) Bulan


  • > Bulan adalah benda angkasa berbentuk bulat yang beredar mengelilingi bumi dalam suatu lintasan garis edar tertentu (orbit), oleh karena itu disebut sebagai satelit alami bumi.
  • > Diameter bulan +/- 3.476 km
  • > Parak rata-rata ke bumi : +/- 384.000 km
  • > Periode Rotasi : +/- 27,3 hari/satu bulan sideris (peredaran bulan mengelilingi bumi dalam suatu lingkaran penuh/360derajat)
  • > Periode Revolusi : +/- 27,3 hari
  • > Suhu pada siang hari mencapai 100 C, malam hari mencapai -150 C
  • > Fase Bulan adalah perubahan sudut yang dibentuk oleh garis yang menghubungkan antara matahari, bumi, dan bulan, yang menyebabkan terjadinya perubahan tampak bulan dilihat dari bumi


3. Gerhana
  Apabila dalam peredarannya, baik bumi maupun bulan berada dalam suatu garis lurus dengan matahari maka memungkinkan terjadinya gerhana matahari/gerhana bulan

a) Gerhana Matahari
 Gerhana matahari adalah gerhana yang terjadi akibat bayang-bayang bulan mengenai bumi, artinya cahaya matahari yang menuju bumi pada siang hari terhalang oleh bulatan bulan, karena diameter bulan lebih kecil dari permukaan bumi, maka hanya terjadi +/- 7 menit.

 ada 3 macam gerhana matahari, yaitu :
a. Gerhana Total
b. Gerhana Parsial
c. Gerhana Matahari Cincin (Gelang)


b) Gerhana Bulan
   Gerhana bulan adalah gerhana yang terjadi akibat bayang-bayang bumi mengenai bulan, artinya cahaya matahari yang menuju bulan pada malam hari terhalang oleh bulatan bumi. Karena diameter bumi lebih besar dari bulan, maka seluruh bulatan bulan tertutup oleh bulatan bumi, sehingga akan berlangsung selama +/- 1 jam 40 menit.

2 Responses to "Rangkuman Geografi Bab 3 : Tata Surya dan Jagat Raya Terlengkap | GEOGRAFI"

Komentar yang tidak sesuai dengan syarat & ketentuan kami, akan kami hapus