RANGKUMAN MATERI SISTEM KEKEBALAN TUBUH (IMUN) KELAS 11 KURIKULUM 2013 | BIOLOGI


Pengertian Sistem Imun
  • Sistem kekebalan tubuh ( imunitas ) adalah sistem  yang melindungi tubuh terhadap pengaruh biologis luar dengan mengidentifikasi dan membunuh patogen serta sel tumor. 
  • Sistem ini mendeteksi dan melindungi tubuh dari infeksi,bakteri,virus sampai cacing parasit,serta menghancurkan zat-zat asing lain dan memusnahkan mereka .
  • Sistem imun tersusun dari sel-sel dan jaringan yang membentuk imunitas, yaitu kekebalan tubuh terhadap infeksi atau penyakit
  • Penyebab penyakit (patogen) dapat masuk ke dalam tubuh kita, dapat menghancurkan sistem imun dan menggandakan diri dalam tubuh, menghancurkan jaringan-jaringan dengan melepaskan racun.
  • Jika kekebalan tubuh dapat dikalahkan oleh patogen, berarti tubuh kita mengalami suatu penyakit.

FUNGSI SISTEM PERTAHANAN TUBUH
  • Mempertahankan tubuh dari petogen invasif (dapat masuk ke dalam sel inang).
  • Melindungi tubuh dari agen lingkungan yang berasal dari tumbuhan, hewan, dan zat kimia.
  • Menyingkirkan sel-sel yang sudah rusak akibat suatu penyakit atau cedera.
  • Mengenali dan menghancurkan sel normal.
A. MEKANISME PERTAHANAN TUBUH
        Merupakan imunitas bawaan sejak lahir, berupa komponen normal tubuh yang selalu ditemukan pada individu sehat, dan siap mencegah serta menyingkirkan dengan cepat antigen yang masuk ke dalam tubuh.
1. Pertahanan Fisik, Kimia, dan Mekanis terhadap Agen Infeksi
  • Kulit yang sehat dan utuh.
  • Membran mukosa
  • Cairan tubuh yang mengandung zat kimia antimikroba
  • Pembilasan oleh air mata, saliva, dan urine.
2. Fagositosis
     Merupakan garis pertahanan ke-2 bagi tubuh melalui proses penelanan dan pencernaan mikroorganisme dan toksin yang berhasil masuk ke dalam tubuh.
Dilakukan oleh neutrofil dan makrofag, yang bergerak secara kemotaksis (dipengaruhi oleh zat kimia).
  • Jenis makrofag:
  • Makrofag jaringan ikat (histiosit)
  • Makrofag dan prekursornya (monosit)
  • Sistem makrofag mononukleus
Fagositosis bakteri oleh makrofag
3. Inflamasi (Peradangan)
         Adalah reaksi lokal jaringan terhadap infeksi atau cedera, yang ditandai dengan kemerahan, panas, pembengkakan, nyeri, dan kehilangan fungsi.
       Tujuannya untuk membawa fagosit dan protein plasma ke jaringan yang terinfeksi untuk mengisolasi, menghancurkan, menginaktifkan agen penyerang, membersihkan debris, serta mempersiapkan penyembuhan dan perbaikan jaringan.
4. Zat Antimikroba Spesifik yang Diproduksi Tubuh
  • Interferon: protein antivirus yang berfungsi menghalangi multiplikasi virus.
  • Komplemen: protein plasma yang tidak aktif dan dapat diaktifkan oleh berbagai bahan dari antigen.
  • Merupakan sistem kompleks yang memberikan respons imun terhadap antigen yang spesifik, misalnya bakteri, virus, dan toksin yang dianggap asing.
B. Pertahanan Spesifik (Adaptif)
1. Komponen Respons Imunitas Spesifik
  • Antigen, zat yang merangsang respons imunitas, terutama dalam menghasilkan antibodi.
  • Terdiri atas bagian determinan antigen (epitop), yaitu bagian antigen yang membangkitkan respons imun, dan hapten, yaitu molekul kecil yang jika sendirian tidak dapat menginduksi produksi antibodi, melainkan harus bergabung dengan carrier yang bermolekul besar.
  • Antibodi, protein larut yang dihasilkan oleh sistem imunitas sebagai respons terhadap keberadaan antigen dan akan bereaksi dengan antigen tersebut.
  • Merupakan protein plasma yang disebut imunoglobulin (Ig), yang terdiri atas 5 kelas.
  1. IgA, melawan mikroorganisme, banyak terdapat pada zat sekresi seperti keringat, ASI, dan ludah.
  2. IgD, membantu memicu respons imunitas, jumlah sedikit.
  3. IgE, menyebabkan pelepasan histamin dan mediator kimia lain.
  4. IgG, jumlah paling banyak sekitar 80%. Jumlahnya akan lebih besar setelah pajanan pertama.
  5. IgM, antibodi pertama yang tiba di lokasi infeksi, menetap di pembuluh darah.
Bentuk imunoglobulin (Ig)
Struktur antibodi
2. Interaksi Antibodi dan Antigen
  • Fiksasi komplemen, yaitu aktivasi sistem komplemen  (± protein serum) oleh antibodi. jika terjadi infeksi, protein pertama dalam rangkaian protein komplemen diaktifkan, memicu aktivasi protein-protein berikutnya. Hasilnya adalah virus dan sel-sel patogen mengalami lisis.
  • Netralisasi, terjadi jika antibodi menutup sistem determinan antigen, sehingga antigen menjadi tidak berbahaya.
  • Aglutinasi (penggumpalan), terjadi jika antigen berupa materi partikel.
  • Presipitasi (pengendapan) yaitu pengikatan silang molekul-molekul antigen yang terlarut dalam cairan tubuh.
Mekanisme pengikatan antibodi ke antigen

3. Jenis Imunitas (Kekebalan Tubuh)
a.  Imunisasi aktif, diperoleh akibat kontak langsung dengan toksin/patogen sehingga tubuh mampu memproduksi antibodi sendiri.
  • Imunisasi aktif alami: jika seseorang terkena penyakit kemudian sistem imunitas memproduksi antibodi/limfosit khusus.
  • Imunisasi aktif buatan: merupakan hasil vaksinasi. Vaksin adalah patogen yang dilemahkan atau toksin yang telah diubah, yang dapat merangsang imunitas namun tidak menyebabkan penyakit.
b.   Imunisasi pasif, jika antibodi dari satu individu dipindahkan ke individu lain.
  • Imunisasi pasif alami: terjadi melalui pemberian ASI dan saat IgG ibu masuk ke plasenta.
  • Imunisasi pasif buatan: terjadi melalui injeksi antibodi dalam serum yang dihasilkan oleh orang atau hewan yang kebal karena pernah terpapar antigen tertentu.
4. Sel-Sel yang terlibat dalam Respons Imunitas
a) Sel B (limfosit B)
        Berfungsi membentuk antibodi untuk melawan antigen. Sel B berdiferensiasi menjadi sel plasma (produksi antibodi) dan sel memori (berfungsi dalam respon imunitas sekunder).
b) Sel T (limfosit T)
     Yaitu sel darah putih yang mempu mengenali dan membedakan jenis antigen/petogen spesifik. Saat pengenalan antigen, sel T berdiferensiasi menjadi sel T memori dan sel T efektor (sel T sitotoksik, sel T penolong, dan sel T supresor)
c) Makrofag
     Adalah sel fagosit besar dalam jaringan, berasal dari perkembangan sel darah putih, berfungsi menelan antigen/bakteri untuk dihancurkan secara enzimatik.
d) Sel pembunuh alami (NK=Natural Killer)
       Adalah sekumpulan limfosit non-T dan non-B yang bersifat sitotoksik.

5. Mekanisme Respons Imunitas Humoral (Diperantarai Antibodi)
  • Antigen masuk ke tubuh  dibawa ke limfosit B.
  • Aktivasi limfosit B  proliferasi menghasilkan tiruan sel B.
  • Tiruan sel B berdiferensiasi  sel plasma  sekresi antibodi   dibawa ke lokasi infeksi.
  • Kompleks antigen-antibodi menginaktifkan antigen.
  • Tiruan sel B yang tidak berdiferensiasi meneap di jaringan limfoid dan menjadi sel B memori, yang berfungsi dalam respos imunitas sekunder dika terjadi pajanan antigen yang sama secara berulang.
6. Mekanisme Respons Imunitas Seluler (Diperantarai Sel)
Ekstraseluler (jika antigen dicerna oleh makrofag)
  • Antigen ditelan makrofag. Makrofag mengandung fragmen protein dari antigen.
  • Makrofag membentuk MHC II dan dibawa ke permukaan makrofag.
  • MHC II membawa peptida antigen ke permukaan, menyebabkan sel T penolong mengaktifasi makrofag untuk menghancurkan antigen yang ditelan.
Intraseluler (jika antigen menginfeksi sel)
  • Antigen megninfeksi sel tubuh sehingga mengandung fragmen protein antigen.
  • Sel tubuh membentuk MHC I, membawa fragmen protein ke permukaan sel, menyebabkan sel sitotoksik teraktivasi dan berdiferensiasi menjadi sel pembunuh aktif yang akan menghancurkan sel yang terinfeksi.
Respons imunitas humoral dan imunitas seluler
III. FAKTOR YANG MEMENGARUHI SISTEM PERTAHANAN TUBUH
  • Genetik (keturunan)
  • Fisiologis
  • Stress
  • Usia
  • Hormon
  • Olahraga
  • Tidur
  • Nutrisi
  • Pajanan zat berbahaya
  • Racun tubuh
  • Penggunaan obat-obatan
IV. GANGGUAN SISTEM PERTAHANAN TUBUH
  • Hipersensitivitas (Alergi), adalah peningkatan sensitivitas atau reaktivitas terhadap antigen yang pernah dipajankan sebelumnya. Terjadi pada beberapa orang saja dan tidak terlalu membahayakan tubuh.
  • Penyakit Autoimun, adalah kegagalan sistem imunitas untuk membadakan sel tubuh dengan sel inang sehingga sistem imunitas menyerang sel tubuh sendiri.
  • Imunodefisiensi, adalh kondisi menurunnya keefektifan sistem imunitas atau ketidakmampuan sistem imunitas untuk merespon antigen. Contoh: defisiensi imun kongenital dan AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome)

0 Response to "RANGKUMAN MATERI SISTEM KEKEBALAN TUBUH (IMUN) KELAS 11 KURIKULUM 2013 | BIOLOGI"

Post a Comment

Komentar yang tidak sesuai dengan syarat & ketentuan kami, akan kami hapus